Minggu, 03 Juni 2018

Sistem Keamanan Computer


Security System Komputer(Sistem Keamanan Computer)
1.      Pengenalan Sistem Komputer
Sistem adalah suatu sekumpulan elemen atau unsur yang saling berkaitan dan memiliki tujuan yang sama. Keamanan adalah suatu kondisi yang terbebas dari resiko. Komputer adalah suatu perangkat yang terdiri dari software dan hardware serta dikendalikan oleh brainware (manusia). Dan jika ketiga kata ini dirangkai maka akan memiliki arti suatu sistem yang mengkondisikan komputer terhindar dari berbagai resiko.
Selain itu, sistem keamanan komputer bisa juga berarti suatu cabang teknologi yang dikenal dengan nama keamanan informasi yang diterapkan pada komputer. Sasaran keamanan komputer antara lain adalah sebagai perlindungan informasi terhadap pencurian atau korupsi, atau pemeliharaan ketersediaan, seperti dijabarkan dalam kebijakan keamanan.
Menurut John D. Howard dalam bukunya “An Analysis of security incidents on the internet” menyatakan bahwa : Keamanan komputer adalah tindakan pencegahan dari serangan pengguna komputer atau pengakses jaringan yang tidak bertanggung jawab.
Sedangkan menurut Gollmann pada tahun 1999 dalam bukunya “Computer Security” menyatakan bahwa : Keamanan komputer adalah berhubungan dengan pencegahan diri dan deteksi terhadap tindakan pengganggu yang tidak dikenali dalam system computer.
Dalam keamanan sistem komputer yang perlu kita lakukan adalah untuk mempersulit orang lain mengganggu sistem yang kita pakai, baik kita menggunakan komputer yang sifatnya sendiri, jaringan local maupun jaringan global. Harus dipastikan system bisa berjalan dengan baik dan kondusif, selain itu program aplikasinya masih bisa dipakai tanpa ada masalah.
Beberapa hal yang menjadikan kejahatan komputer terus terjadi dan cenderung meningkat adalah sebagai berikut :
1.            Meningkatnya pengguna komputer dan internet
2.            Banyaknya software yang pada awalnya digunakan untuk melakukan audit sebuah system dengan cara mencari kelemahan dan celah yang mungkin disalahgunakan untuk melakukan scanning system orang lain.
3.            Banyaknya software-software untuk melakukan penyusupan yang tersedia di Internet dan bisa di download secara gratis.
4.            Meningkatnya kemampuan pengguna komputer dan internet
5.            Desentralisasi server sehingga lebih banyak system yang harus ditangani, sementara SDM terbatas.
6.            Kurangnya hukum yang mengatur kejahatan komputer.
7.            Semakin banyaknya perusahaan yang menghubungkan jaringan LAN mereka ke Internet.
8.            Meningkatnya aplikasi bisnis yang menggunakan internet.
9.            Banyaknya software yang mempunyai kelemahan (bugs).
Ada beberapa hal yang bisa menjawab diperlukannya pengamanan sistem komputer, antara lain :
Menghindari resiko penyusupan, harus dipastikan bahwa system tidak ada penyusup yang bisa membaca, menulis dan menjalankan program-program yang bisa mengganggu atau menghancurkan system.
1.            Mengurangi resiko ancaman, hal ini biasa berlaku di institusi dan perusahaan swasta. Ada beberapa macam penyusup yang bisa menyerang system yang dimiliki, antara lain :
a.            Ingin Tahu, jenis penyusup ini pada dasarnya tertarik menemukan jenis system yang digunakan.
b.            Perusak, jenis penyusup ini ingin merusak system yang digunakan atau mengubah tampilan layar yang dibuat.
c.            Menyusup untuk popularitas, penyusup ini menggunakan system untuk mencapai popularitas dia sendiri, semakin tinggi system keamanan yang kita buat, semakin membuatnya penasaran. Jika dia berhasil masuk ke sistem kita maka ini menjadi sarana baginya untuk mempromosikan diri.
d.            Pesaing, penyusup ini lebih tertarik pada data yang ada dalam system yang kita miliki, karena dia menganggap kita memiliki sesuatu yang dapat menguntungkannya secara finansial atau malah merugikannya (penyusup).
2.            Melindungi system dari kerentanan, kerentanan akan menjadikan system berpotensi untuk memberikan akses yang tidak diizinkan bagi orang lain yang tidak berhak.
3.            Melindungi system dari gangguan alam seperti petir dan lain-lainnya[2].

2.    Keamanan sistem komputer
Keamanan sistem komputer adalah untuk menjamin sumber daya sistem tidak digunakan / dimodifikasi, diinterupsi dan diganggu oleh orang yang tidak diotorisasi. Pengamanan termasuk masalah teknis, manajerial,legalitas dan politis.

-          Macam keamanan sistem

a. Keamanan eksternal / external security
Berkaitan dengan pengamanan fasilitas komputer dari penyusup dan bencana seperti kebakaran /kebanjiran.
b. Keamanan interface pemakai / user interface security
Berkaitan dengan indentifikasi pemakai sebelum pemakai diijinkan mengakses program dan data yang disimpan.
c. Keamanan internal / internal security
Berkaitan dengan pengamanan beragam kendali yang dibangun pada perangkat keras dan sistem operasi yang menjamin operasi yang handal dan tak terkorupsi untuk menjaga integritas program dan data.

- Masalah Penting Keamanan
a.                  Kehilangan data / data loss Yang disebabkan karena :
·         Bencana, contohnya kebakaran, banjir, gempa bumi, perang, kerusuhan, tikus, dll.
·         Kesalahan perangkat keras dan perangkat lunak, contohnya ketidak berfungsinya pemroses, disk / tape yang tidak terbaca, kesalahan komunikasi, kesalahan program / bugs.
·         Kesalahan / kelalaian manusia, contohnya kesalahan pemasukkan data, memasang tape / disk yang salah, kehilangan disk / tape.

b.         Penyusup / intruder
·         Penyusup pasif, yaitu yang membaca data yang tidak terotorisasi

·         Penyusup aktif, yaitu mengubah data yang tidak terotorisasi. Contohnya penyadapan oleh orang dalam, usaha hacker dalam mencari uang, spionase militer / bisnis, lirikan pada saat pengetikan password. Sasaran keamanan adalah menghindari, mencegah dan mengatasi ancaman terhadap sistem.

-  Aspek Kebutuhan Keamanan Sistem Komputer, yaitu :
A.                Privacy, adalah sesuatu yang bersifat rahasia(provate). Intinya adalah pencegahan agar informasi tersebut tidak diakses oleh orang yang tidak berhak. Contohnya adalah email atau file-file lain yang tidak boleh dibaca orang lain meskipun oleh administrator. Pencegahan yang mungkin dilakukan adalah dengan menggunakan teknologi enksripsi, jadi hanya pemilik informasi yang dapat mengetahui informasi yang sesungguhnya.

B.                Confidentiality, merupakan data yang diberikan ke pihak lain untuk tujuan khusus tetapi tetap dijaga penyebarannya. Contohnya data yang bersifat pribadi seperti : nama, alamat, no ktp, telpon dan sebagainya. Confidentiality akan terlihat apabila diminta untuk membuktikan kejahatan seseorang, apakah pemegang informasi akan memberikan infomasinya kepada orang yang memintanya atau menjaga klientnya.

C.               Integrity, penekanannya adalah sebuah informasi tidak boleh diubah kecuali oleh pemilik informasi. Terkadang data yang telah terenskripsipun tidak terjaga integritasnya karena ada kemungkinan chpertext dari enkripsi tersebut berubah. Contoh : Penyerangan Integritas ketika sebuah email dikirimkan ditengah jalan disadap dan diganti isinya, sehingga email yang sampai ketujuan sudah berubah.

D.                Autentication, ini akan dilakukan sewaktu user login dengan menggunakan nama user dan passwordnya, apakah cocok atau tidak, jika cocok diterima dan tidak akan ditolak. Ini biasanya berhubungan dengan hak akses seseorang, apakah dia pengakses yang sah atau tidak.

E.                Availability, aspek ini berkaitan dengan apakah sebuah data tersedia saat dibutuhkan/diperlukan. Apabila sebuah data atau informasi terlalu ketat pengamanannya akan menyulitkan dalam akses data tersebut. Disamping itu akses yang lambat juga menghambat terpenuhnya aspe availability. Serangan yang sering dilakukan pada aspek ini adalah denial of service (DoS), yaitu penggagalan service sewaktu adanya permintaan data sehingga komputer tidak bisa melayaninya. Contoh lain dari denial of service ini adalah mengirimkan request yang berlebihan sehingga menyebabkan komputer tidak bisa lagi menampung beban tersebut dan akhirnya komputer down.


F.    Antisipasi, Salah satu cara dalam melakukan sistem keamanan komputer adalah dengan pertahanan, pengawasan dan tidak melakukan tindakan yang berbahaya. Pertahanan bisa dilakukan dengan cara pemasangan antivirus, antimalware, Firewall, Anti Spam Software dsb. Pengawasan bisa dilakukan dengan terus mencurigai berkas (file) atau dokumen yang mencurigakan. Apalagi file dengan format exe merupakan file yang rentan dengan bahaya. Yang ketiga adalah dengan membatasi gerak. Misalnya tidak sembarangan menancapkan flasdisk. Apalagi tidak sedikit virus yang berasal dari flashdisk. Selain itu perlu juga pelarangan akses ke situs-situs yang tidak jelas yang bahkan bisa membahayakan komputer. Untuk yang

-          Tipe ancaman
Tipe ancaman terhadap keamanan sistem komputer dapat dimodelkan dengan memandang fungsi system komputeer sebagai penyedia informasi.
Berdasarkan fungsi ini, ancaman terhadap sistem komputeer dikategorikan menjadi 4 ancaman, yaitu :
a. Interupsi / interuption
Sumber daya sistem komputer dihancurkan / menjadi tak tersedia / tak berguna. Merupakan ancaman terhadap ketersediaan. Contohnya penghancuran harddisk, pemotongan kabel komunikasi.
b. Intersepsi / interception
Pihak tak diotorisasi dapat mengakses sumber daya. Merupakan ancaman terhadap kerahasiaan. Pihak tak diotorissasi dapat berupa orang / program komputeer. Contohnya penyadapan, mengcopy file tanpa diotorisasi.
c. Modifikasi / modification
Pihak tak diotorisasi tidak hanya mengakses tapi juga merusak sumber daya. Merupakan ancaman terhadap integritas. Contohnya mengubah nilai file, mengubah program, memodifikasi pesan.
d.         Fabrikasi / fabrication
Pihak tak diotorisasi menyisipkan / memasukkan objek-objek palsu ke sistem. Merupakan ancaman terhadap integritas. Contohnya memasukkan pesan palsu ke jaringan, menambah record file.


-          Petunjuk prinsip-prinsip pengamanan sistem komputer, yaitu :

a. Rancangan sistem
seharusnya public Tidak tergantung pada kerahasiaan rancangan mekanisme pengamanan. Membuat proteksi yang bagus dengan mengasumsikan penyusup mengetahui cara kerja sistem pengamanan.

b. Dapat diterima
Mekanisme harus mudah diterima, sehingga dapat digunakan secara benar dan mekanisme proteksi tidak mengganggu kerja pemakai dan pemenuhan kebutuhan otorisasi pengaksesan.

c. Pemeriksaan otoritas
Saat itu Banyak sisten memeriksa ijin ketika file dibuka dan setelah itu (opersi lainnya) tidak diperiksa.

d. Kewenangan
serendah mungkin program program / pemakai sistem harusnya beroperasi dengan kumpulan wewenang serendah mungkin yang diperlukan untuk menyelesaikan tugasnya.
e. Mekanisme yang ekonomis

Mekanisme proteksi seharusnya sekecil dan sesederhana mungkin dan seragam sehingga mudah untukverifikasi.

-          Otentifikasi Pemakai / User Authentification
Otentifikasi pemakai / user authentification adalah identifikasi pemakai ketika login.
a. cara otentifikasi :
Sesuatu yang diketahui pemakai, misalnya password, kombinasi kunci, nama kecil ibu mertua, dll. Untuk password, pemakai memilih suatu kata kode, mengingatnya dan menggetikkannya saat akan mengakses sistem komputer, saat diketikkan tidak akan terlihat dilaya kecuali misalnya tanda *. Tetapi banyak kelemahan dan mudah ditembus karena pemakai cenderung memilih password yang mudah diingat, misalnya nama kecil, nama panggilan, tanggal lahir, dll.

b. Upaya pengamanan proteksi password :
·         Salting, menambahkan string pendek ke string password yang diberikan pemakai sehingga mencapai panjang password tertentu
·         one time password, pemakai harus mengganti password secara teratur, misalnya pemakai mendapat 1 buku daftar password. Setiap kali login pemakai menggunakan password berikutnya yang terdapat pada daftar password.
·         satu daftar panjang pertanyan dan jawaban, sehingga pada saat login, komputer memilih salah satu dari pertanyaan secara acak, menanyakan ke pemakai dan memeriksa jawaban yang diberikan.
·         tantangan tanggapan / chalenge respone, pemakai diberikan kebebasan memilih suatu algoritma misalnya x3, ketika login komputer menuliskan di layar angka 3, maka pemakai harus mengetik angka 27.
·         Sesuatu yang dimiliki pemakai, misalnya bagde, kartu identitas, kunci, barcode KTM, ATM. Kartu pengenal dengan selarik pita magnetik. Kartu ini disisipkan de suatu perangkat pembaca kartu magnetik jika akan mengakses komputer, biasanya dikombinasikan dengan password.
·         Sesuatu mengenai / merupakan ciri pemakai yang di sebut biometrik, misalnya sidik jari, sidik suara, foto, tanda tangan, dll. Pada tanda tangan, bukan membandingkan bentuk tanda tangannya (karena mudah ditiru) tapi gerakan / arah dan tekanan pena saat menulis (sulit ditiru).

c. Untuk memperkecil peluang penembusan keamanan sistem komputer harus diberikan pembatasan,
misalnya :
·         Pembatasan login, misalnya pada terminal tertentu, pada waktu dan hari tertentu.
·         Pembatasan dengan call back, yaitu login dapat dilakukan oleh siapapun, bila telah sukses, sistemmemutuskan koneksi dan memanggil nomor telepon yang disepakati. Penyusup tidak dapat menghubungi lewat sembarang saluran telepon, tapi hanya pada saluran tetepon tertentu.
·         Pembatasan jumlah usaha login, misalnya dibatasi sampai 3 kali, dan segera dikunci dan diberitahukan keadministrator.



-           Objek yang perlu diproteksi

·         Objek perangkat keras, misalnya pemroses, segment memori, terminal, diskdrive, printer, dll
·         Objek perangkat lunak, misalnya proses, file, basis data, semaphore, dll Masalah proteksi adalah mengenai cara mencegah proses mengakses objek yang tidak diotorisasi. Sehingga dikembangkan konsep domain.
·         Domain adalah himpunan pasangan (objek,hak). Tiap pasangan
3.     Ancaman sistem keamanan computer
Sistem kemanan computer dibuat untuk melindungi computer dari ancaman-ancaman yang dapat menganggu performa computer atau merusak computer tersebut.
Beberapa jenis ancaman-ancaman pada sistem computer,yaitu :

1. Virus
Ø  Adalah Suatu program yang dapat berkembang dengan menggandakan dirinya.
Ø  Melalui mekanisme penggandaan diri ini, mekanisme virus digunakan untuk berbagai jenis ancaman keamanan sistem komputer, seperti: menampilkan suatu pesan tertentu, merusak file system, mencuri data, hingga mengendalikan komputer pengguna.
Ø  Virus dapat menggandakan dirinya melalui email, file-file dokumen dan file program aplikasi.

2. Email Virus
Ø  Tipe virus yang disisipkan di attachment email.
Ø  Jika attachment dibuka maka akan menginfeksi komputer.
Ø  Program virus tersebut akan mendata daftar alamat akun email pengguna.
Ø  Secara otomatis virus akan mencopy dirinya dan mengirim email kedaftar akun email.
Ø  Umumnya akan mengirim mass email, memenuhi trafik jaringan, membuat komputer menjadi lambat dan membuat down server email.
3. Internet Worms
Ø  Worm adalah sejenis program yang bisa mengcopy dan mengirim dirinya via jalur komunikasi jaringan Internet.
Ø  Umumnya menyerang melalu celah/lubang keamanan OS komputer.
Ø  Worm mampu mengirim paket data secara terus menerus ke situs tertentu via jalur koneksi LAN/Internet.
Ø  Efeknya membuat trafik jaringan penuh, memperlambat koneksi dan membuat lambat/hang komputer pengguna.
Ø  Worm bisa menyebar melalui email atau file dokumen tertentu.

4. Spam
Ø  Spam adalah sejenis komersial email yang menjadi sampah mail (junkmail).
Ø  Para spammer dapat mengirim jutaan email via internet untuk kepentingan promosi produk/info tertentu.
Ø  Efeknya sangat mengganggu kenyamanan email pengguna dan berpotensi juga membawa virus/worm/trojan.

5. Trojan Horse
Ø  Trojan adalah suatu program tersembunyi dalam suatu aplikasi tertentu.
Ø  Umumnya disembuyikan pada aplikasi tertentu seperti: games software, update program, dsb.
Ø  Jika aktif maka program tersebut umumnya akan mengirim paket data via jalur internet ke server/situs tertentu, atau mencuri data komputer Anda dan mengirimkannya ke situs tertentu.
Ø  Efeknya akan memenuhi jalur komunikasi, memperlambat koneksi, membuat komputer hang, dan berpotensi menjadikan komputer Anda sebagai sumber Denidal Of Services Attack.

6. Spyware
Ø  Spyware adalah suatu program dengan tujuan menyusupi iklan tertentu (adware) atau mengambil informasi penting di komputer pengguna.
Ø  Spyware berpotensi menggangu kenyamanan pengguna dan mencuri data-data tertentu di komputer pengguna untuk dikirim ke hacker.
Ø  Efek spyware akan menkonsumsi memory computer sehingga komputer menjadi lambat atau hang[3].

Tipe-tipe lain dari ancaman sistem computer, yaitu :
1.
Adware
19.Page-Jacking
2.
Backdoor Trojan
20.Palmtop Viruses
3.
Bluejacking
21.Parasitic Viruses
4.
Bluesnarfing
22.Pharming
5.
Boot Sector Viruses
23.Phising
6.
Browser Hijackers
24.Potentially Unwanted
7.
Chain Letters
Applications
8.
Cookies
25.Ransomeware
9.
Denial of Service Attack
26.Rootkit
10. Dialers
27.Share price scams
11. Document Viruses
28.Spam
12. Email Viruses
29.Spear Phising
13. Internet Worms
30.Spoofing
14. Mobile Phone Viruses
31.Spyware
15. Mousetrapping
32.Trojan Horse
16. Obfuscated Spam
33.Viruses
17. Page-Jacking
34.Viruses Hoaxes
18. Obfuscated Spam
35.Voice Phising
36.Zombies






DAFTAR PUSTAKA
-          https://www.academia.edu/11621924/Ancaman_Keamanan_Pada_Sistem_Komputer_dan_Bagaimana_Sistem_Operasi_Menanganinya   
-          Iriansyah. Pengaman Sistem Komputer. STMIK Handayani, Makasar. 2014
-          Prasetyo, suwignyo, hermawan, trinawan, sutarno. Sistem Keamanan Komputer. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Dian Cipta Cendikia