Jumat, 27 Oktober 2017

Arsitektur Set Instruksi dan Desain Set Instruksi

1.   Arsitektur Set Instruksi
Pengertian Set Instruksi
Set Instruksi (bahasa Inggris: Instruction Set, atau Instruction Set Architecture (ISA)) didefinisikan sebagai suatu aspek dalam arsitektur komputer yang dapat dilihat oleh para pemrogram. Secara umum, ISA ini mencakup jenis data yang didukung, jenis instruksi yang dipakai, jenis register, mode pengalamatan, arsitektur memori, penanganan interupsi, eksepsi, dan operasi I/O eksternalnya (jika ada).
Sebuah instruksi terdiri dari sebuah opcode, biasanya bersama dengan beberapa informasi tambahan seperti darimana asal operand-operand dan kemana hasil-hasil akan ditempatkan. Subyek umum untuk menspesifikasikan di mana operand-operand berada (yaitu, alamat-alamatnya) disebut pengalamatan. Pada beberapa mesin, semua instruksi memiliki panjang yang sama, pada mesin-mesin yang lain mungkin terdapat banyak panjang berbeda. Instruksi-instruksi mungkin lebih pendek dari, memiliki panjang yang sama seperti, atau lebih panjang dari panjang word. Membuat semua instruksi memiliki panjang yang sama lebih muda dilakukan dan membuat pengkodean lebih mudah tetapi sering memboroskan ruang, karena semua instruksi dengan demikian harus sama panjang seperti instruksi yang paling panjang.
Di dalam sebuah instruksi terdapat beberapa elemen-elemen instruksi:
1.     Operation code (op code)
2.     Source operand reference
3.     Result operand reference
4.     Xext instruction preference

Jenis-Jenis Instruksi
1.     Pengolahan Data
Instruksi untuk aritmetika dan logika. Instruksi Aritmetika memiliki kemampuan untuk mengolah data numeric. Instruksi Logika beroperasi pada bit-bit word sebagai bit bukan sebagai bilangan.
2.     Penyimpanan Data
Instruksi untuk Memori. Instruksi memori diperlukan untuk memindahkan data yang terdapat pada memori dan register.
3.     Perpindahan Data
Instruksi untuk I/O. Instruksi I/O diperlukan untuk memindahkan program dan data ke dalam memori dan mengembalikan hasil komputansi kepada pengguna.
4.     Kontrol
Instruksi untuk pemeriksaan dan percabangan. Instruksi kontrol digunakan untuk memeriksa nilai data dannmencambangkan ke set industri lain.
2. DESAIN SET INSTRUKSI
Desain set instruksi merupakan masalah yang sangat komplek yang melibatkan banyak aspek, diantaranya adalah:
1.     Kelengkapan set instruksi
2.     Ortogonalitas (sifat independensi instruksi)
3.     Kompatibilitas : – Source code compatibility – Object code Compatibility
Selain ketiga aspek tersebut juga melibatkan hal-hal sebagai berikut:
1.     Operation Repertoire: Berapa banyak dan operasi apa saja yang disediakan, dan berapa sulit operasinya
2.     Data Types: tipe/jenis data yang dapat olah Instruction Format: panjangnya, banyaknya alamat, dsb.
3.     Register: Banyaknya register yang dapat digunakan 4.Addressing: Mode pengalamatan untuk operand
FORMAT INSTRUKSI
Suatu instruksi terdiri dari beberapa field yang sesuai dengan elemen dalam instruksi tersebut. Layout dari suatu instruksi sering disebut sebagai Format Instruksi (Instruction Format).
            Desain set instruksi merupakan masalah yang sangat komplek yang melibatkan banyak aspek, diantaranya adalah:
1.     Kelengkapan set instruksi
2.     Ortogonalitas (sifat independensi instruksi)
3.     Kompatibilitas: Source Code Compability serta Object Code Compability
Selain ketiga aspek tersebut juga melibatkan hal-hal sebagai berikut:
1.     Operation Repertoire
Berapa banyak dan operasi apa saja yang disediakan, dan berapa sulit operasinya.
2.     Data Types
Tipe/jenis data yang dapat olah instruction format: panjangnya, banyaknya alamat, dsb.
3.     Register
Banyaknya register yang dapat digunakan.
4.     Addressing
Mode pengalamatan untuk operand.
Jenis-jenis Operand:
1.     Addresses
2.  Numbers :Integer or fixed point dan Floating pointDecimal (BCD)                                 
3.     Characters :ASCII dan EBCDIC
4.     Logical data : bila data berbentuk binary 0 dan 1


Daftar Pustaka:


Tidak ada komentar:

Posting Komentar