Minggu, 03 Juni 2018

enkripsi


Enkripsi
1.      pengertian
Enkripsi adalah proses mengacak data sehingga tidak dapat dibaca atau dimodifikasi  sembarangan oleh pihak lain yang tidak berhak mengetahuinya. Pada kebanyakan proses enkripsi, Anda harus menyertakan kunci khusus sehingga data yang dienkripsi dapat didekripsikan kembali. Enkripsi  disebut juga sebagai proses mengamankan suatu informasi dengan membuat informasi tersebut tidak dapat dibaca tanpa bantuan pengetahuan khusus.
Berikut adalah beberapa fungsi dari enkripsi data :
-          Mencegah akses yang tidak diinginkan pada dokumen dan pesan e-mail.
-          Level enkripsi yang tinggi sukar untuk dibongkar.
-          Perubahan dalam peraturan ekspor teknologi kriptografi akan meningkatkan penjualan software enkripsi.

2.      Kelebihan dan Kekurangan Enkripsi
Kelebihan dari Enkripsi:
§  Kerahasiaan suatu informasi dapat terjamin dengan aman.
§  Menyediakan suatu  autentikasi dan sebuah perlindungan integritas pada algoritma checksum/hash.
§  Menanggulangi suatu penyadapan pada telepon dan email
§  Untuk digital signature. Digital signature adalah menambahkan suatu baris statemen pada suatu elektronik copy dan mengenkripsi statemen tersebut dengan sebuah kunci yang kita miliki dan hanya pihak yang memiliki kunci dekripsinya tersebut yang hanya bisa membukanya.

Kekurangan dari Enkripsi:
§  Penyandian suatu rencana teroris.
§  Penyembunyian suatu record kriminal oleh seseorang penjahat.
§  Pesan tidak bisa dibaca bila si penerima pesan lupa atau kehilangan kunci.

Enkripsi dapat digunakan untuk tujuan keamanan, tetapi teknik lain masih diperlukan untuk membuat komunikasi yang aman, terutama untuk memastikan integritasdan autentikasi dari sebuah pesan. Contohnya, Message Authentication Code (MAC) ataudigital signature. Penggunaan yang lain yaitu untuk melindungi dari analisis jaringan komputer.

3.       Jenis-Jenis Enkripsi
Ada dua jenis enkripsi yaitu enkripsi simetris dan asimetris (juga disebut sebagai public key).
1.      Enkripsi Simetris
Anda menjalankan sebuah file melalui program dan membuat sebuah kunci yang mengacak file. Kemudian Anda mengirim file terenkripsi melalui e-mail ke si penerima dan secara terpisah mentransmit kunci dekodingnya (mungkin berupa sebuah password atau file data lainnya). Si penerima, dengan menjalankan aplikasi enkripsi yang sama, menggunakan kunci yang Anda berikan untuk menyatukan kembali file yang telah diacak. Enkripsi simetris sangat mudah dan sangat cepat dalam penggunaannya, tetapi tidak seaman enkripsi asimetris, karena seseorang dapat saja mencegat kunci dan mendekoding pesan tersebut. Tetapi karena kecepatannya itu, saat ini enkripsi simetris banyak digunakan pada transaksi e-commerce.

2.      Enkripsi asimetris
Enkripsi asimetris sangat kompleks--tetapi jauh lebih aman. Diperlukan dua buah kunci yang saling berhubungan: sebuah kunci publik dan sebuah kunci pribadi. Anda membuat kunci publik Anda tersedia bagi siapa saja yang ingin Anda kirim informasi terenkripsi. Kunci tersebut hanya dapat mengenkoding data; ia tidak dapat mendekodingnya. Kunci pribadi Anda terjaga dengan aman bersama Anda. Saat orang-orang hendak mengirim informasi terenkripsi pada Anda, mereka mengenkripsinya menggunakan kunci publik Anda. Saat Anda menerima chipertext tersebut, Anda akan mendekripsikannya dengan menggunakan kunci pribadi Anda. Enkripsi asimetris menambahkan tingkat keamanan pada data Anda, tetapi akibatnya lebih banyak lagi waktu komputasi yang dibutuhkan, sehingga prosesnya menjadi sangat panjang dan lebih lama.
Enkripsi simetris dan asimetris menggunakan dua buah algoritma yang berbeda untuk menghasilkan chipertext. Pada enkripsi simetris, algoritmanya akan memecah-mecah data menjadi potongan-potongan kecil yang disebut blok. Kemudian ia akan mengganti letak huruf, mengubah informasi pada setiap blok menjadi angka, menkompresinya dan memperbesar ukuran data, dan kemudian menjalankannya melalui formula matematis termasuk kunci di dalamnya. Kemudian algoritma mengulangi proses tersebut, kadang-kadang sampai selusin pengulangan. Pada algoritma enkripsi asimetris, memperlakukan teks sebagai sebuah angka yang sangat besar, terus mengkalikannya menjadi angka yang lebih besar, dan kemudian mengkalkulasi sisanya setelah dibagi dengan angka terbesar ketiga lainnya. Akhirnya, angka sisa ini dikonversi menjadi teks kembali. Program enkripsi dapat menggunakan algoritma yang sama secara berbeda, itu sebabnya mengapa para penerima informasi yang terenkripsi harus memiliki program yang sama dengan si pengirim untuk mengenkoding data yang mereka terima.

            Kunci menjadi potongan akhir yang menyusun teka-teki enkripsi, Kunci ini bermacam-macam jenisnya dalam hal panjang dan kekuatannya. Alasan: semakin panjang kuncinya, semakin besar jumlah kombinasi angka yang timbul. Sebagai contoh, bila program enkripsi Anda menggunakan kunci 128-bit, maka kunci Anda tersebut dapat berupa salah satu kombinasi dari 3,4 trilyun milyar milyar milyar kombinasi--atau 2 pangkat 128 kombinasi--dari angka satu dan nol. Seorang cracker mungkin akan lebih beruntung mendapat lotere dibanding ia harus memecahkan enkripsi tersebut menggunakan metode brutal (brute-force method, yaitu mencoba menebak kombinasi kunci satu per satu sampai mendapatkan kunci yang benar). Sebagai perbandingan, seorang ahli enkripsi menggunakan metode brutal ini dapat memecahkan kode enkripsi simetris 40-bit dalam waktu 6 jam dengan menggunakan PC biasa di rumah. Walau begitu, enkripsi 128-bit masih memiliki beberapa kelemahan; para profesional memiliki teknik yang canggih yang dapat menolong mereka memecahkan kode yang paling sulit sekali pun.

Didalam enkripsi juga ada yang dikenal dengan sebutan cipher, yaitu sebuah algoritma untuk menampilkan enkripsi dan kebalikannya dekripsi, serangkaian langkah yang terdefinisi yang diikuti sebagai prosedur. Alternatif lain ialah encipherment. Informasi yang asli disebut sebagai plaintext, dan bentuk yang sudah dienkripsi disebut sebagai chiphertext. Pesan chipertext berisi seluruh informasi dari pesan plaintext, tetapi tidak dalam format yang didapat dibaca manusia ataupun komputer tanpa menggunakan mekasnisme yang tepat untuk melakukan dekripsi.
Cipher pada biasanya memiliki parameter dari sebagian dari informasi utama, disebut sebagai kunci. Prosedur enkripsi sangat bervariasi tergantung pada kunci yang akan mengubah rincian dari operasi algoritma. Tanpa menggunakan kunci, chiper tidak dapat digunakan untuk dienkirpsi ataupun didekripsi.
Ø  Cipher  versus code
Pada penggunaan non teknis, sebuah secret code merupakan hal yang sama dengan cipher. Berdasar pada diskusi secara teknis, bagaimanapun juga, code dan cipherdijelaskan dengan dua konsep. Code bekerja pada tingkat pemahaman, yaitu, kata atau frasa diubah menjadi sesuatu yang lain. Cipher, dilain pihak, bekerja pada tingkat yang lebih rendah, yaitu, pada tingkat masing-masing huruf, sekelompok huruf, pada skema yang modern, pada tiap-tiap bit. Beberapa sistem menggunakan baik code dan cipherdalam sistem yang sama, menggunakan superencipherment untuk meningkatkan keamanan.
Menurut sejarahnya, kriptografi dipisah menjadi dikotomi code dan cipher, dan penggunaan code memiliki terminologi sendiri, hal yang sama pun juga terjadi padacipher: "encodingcodetextdecoding" dan lain sebagainya. Bagaimanapun juga, codememiliki berbagai macam cara untuk dikembalikan, termasuk kerapuhan terhadapkriptoanalisis dan kesulitan untuk mengatur daftar kode yang susah. Oleh karena itu, codetidak lagi digunakan pada kriptografi modern, dan cipher menjadi teknik yang lebih dominan.
Ø  Tipe-tipe cipher
Ada banyak sekali variasi pada tipe enkripsi yang berbeda. Algoritma yang digunakan pada awal sejarah kriptografi sudah sangat berbeda dengan metode modern, dan cipher modern dan diklasifikasikan berdasar pada bagaimana cipher tersebut beroperasi dan cipher tersebut menggunakan sebuah atau dua buah kunci.

Sejarah Cipher pena dan kertas pada waktu lampau sering disebut sebagai cipherklasikCipher klasik termasuk juga cipher pengganti dan cipher transposisi. Pada awalabad 20, mesin-mesin yang lebih mutakhir digunakan untuk kepentingan enkripsi, mesin rotor, merupkan skema awal yang lebih kompleks.
Metode enkripsi dibagi menjadi algoritma symmetric key dan algoritmaasymmetric key. pada algoritma symmetric key (misalkan, DES dan AES), pengirim dan penerima harus memiliki kunci yang digunakan bersama dan dijaga kerahasiaanya. Pengirim menggunkan kunci ini untuk enkripsi dan penerima menggunakan kunci yang sama untuk dekripsi. Pada algoritma asymmetric key (misalkan, RSA), terdapat dua kunci terpisah, sebuah public key diterbitkan dan membolehkan siapapun pengirimnya untuk melakukan enkripsi, sedangkan sebuah private key dijaga kerahasiannya oleh penerima dan digunakan untuk melakukan dekripsi.
Cipher symmetric key dapat dibedakan dalam dua tipe, tergantung pada bagaimanacipher tersebut bekerja pada blok simbol pada ukuran yang tetap (block ciphers), atau pada aliran simbol terus-menerus (stream ciphers).





Daftar pustaka :
Nuansa, roby. Enkripsi dan Kriptografi. Universitas Islam Nusantara : Bandung. 2014
https://dekabopass2.blogspot.co.id/2017/04/makalah-model-model-enkripsi.html


Tidak ada komentar:

Posting Komentar